Secara umum, ekologi bermakna “lingkungan”; yaitu tempat tinggal segala jenis makhluk hidup dan makhluk tak hidup di dalam dan atas tanah, termasuk tanaman unggulan kopi. Lalu bagaimana dengan ekologi komoditas kopi? Oke, mari kita jabarkan lebih detail dengan siapa/apa saja tanaman kopi berinteraksi. Pertama, topografi dan iklim wilayah, dan yang kedua yakni faktor sekunder berupa manusia, hewan, dan tanaman di sekitarnya. Lantas, apa pengaruh ekologi kopi terhadap bisnis? Yang pasti, kamu mungkin baru menyadari betapa sangat krusialnya pemenuhan aspek ekologi terhadap ekosistem bisnis kopi ini.

Perlu diketahui bahwa dalam perdagangan barang untuk biji kopi, poin keberlanjutan dinilai sangat penting untuk kontrak dan business dealing. Ada pepatah silang yang mengatakan “barangsiapa mampu memegang stok barang, maka dapat dipastikan dialah pemenangnya”. Tentu saja, untuk dapat memegang stok kita tidak dapat hanya bergantung pada pemenuhan aspek ekologi, tetapi semua aspek utama pendukung ekosistem bisnis kopi; aspek sosial, budaya, ekonomi, sampai dengan ekologi. Kemudian, apa poin utama yang menjadi kekuatan aspek ekologi? Jawabannya yaitu KUANTITAS dan KUALITAS; dua variabel utama yang sering dipakai dalam proses negosiasi. Berbicara tentang lingkungan maka kita berbicara mengenai perlakuan terhadap evaluasi kesesuaian lahan dan teknik budidaya (pemupukan, pengendalian hama dan gulma, serta peremajaan), yang mana memengaruhi 30-35% total nilai cacat fisik dan citarasa biji kopi. Sekarang apakah kamu sudah cukup memahami pentingnya pemenuhan aspek ekologi? Bila belum, maka mimin akan menjelaskan contoh implementasi pemenuhan aspek ekologi komoditas kopi ~

Di Pulau Flores wilayah Bajawa, Provinsi Nusa Tenggara Timur (ID), masyarakat pembudidaya kopi memilih varietas Caturra untuk dibudidayakan karena selaras dengan topograsi dan tipe iklim wilayah. Dikarenakan karakteristik tumbuh kopi sesuai dengan karakteristik wilayah maka pembudidaya tidak begitu disulitkan dengan teknik budidaya. Secara teknis, faktor penentu budidaya kopi yang baik ditentukan oleh kesesuaian kopi terhadap lahan yang baik, begitupun sebaliknya apabila kedua karakteristik ini tidak sesuai maka dapat dipastikan pembudidaya membutuhkan cost yang tinggi untuk dapat menyesuaikan faktor pembatas pertumbuhan kopi yang tidak sesuai (curah hujan, penyinaran, unsur hara, dsb).

Tidak hanya untuk Kuantitas dan Kualitas, pemenuhan aspek ekologi berpengaruh langsung terhadap aspek ekonomi khususnya kelancaran proses transaksi barang. Salah satu pemanfaatannya yakni Certificate of Origin yang menjadi salah satu dokumen wajib ekspor dan pengurangan biaya bea-cukai negara tujuan ekspor. Untuk dapat memiliki sertifikat di atas, ada beberapa poin penting yang harus kita penuhi diantaranya; praktek budidaya kopi harus sesuai dengan standar Good Agricultural Practice (GAP), dan Sustainable Development Goals (SDGs). Demikian pentingnya pemenuhan terhadap aspek ekologi untuk komoditas kopi. Semoga bermanfaat yaaa!