Hampir 70% biji kopi dunia dihasilkan oleh empat negara, yaitu Brazil (40%), Vietnam (13%), Indonesia (7%), dan Kolumbia (6%). Tingkat produksi ke empat negara tersebut terutama Brazil, tentu akan sangat memengaruhi ketersediaan kopi dunia. Sebagai contoh, di tahun 2020-2021 Brazil sebagai negara penghasil kopi terbesar di dunia mengalami musim kemarau dan udara dingin ekstrim yang dikenal dengan istilah “frost”, menyebabkan penurunanan stok produksi yang cukup besar. Kejadian ini tentu sangat memengaruhi permintaan stok kopi dunia. Selain itu, dibutuhkan periode selama 3-4 tahun bagi Brazil untuk penanggulangan optimum reproduktivitas untuk komoditas kopinya.

Badan Tanaman Brazil (Conob) pada 25 Mei lalu memperkirakan produksi kopi Brazil menurun sebesar 23% pada panen 2021. Ini merupakan level terendah dalam empat tahun terakhir (menjadi 48,8 juta karung = 720.000 ton), setara dengan total produksi kopi Indonesia. Berdasarkan proyeksi data bersama dengan PT. Astra International Tbk, KPE kemendag RI, Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia, dan 4Trade Top 5 World Europe Importir pada Bulan Juli 2021 lalu, permintaan supply terhadap kebutuhan kopi dunia oleh Indonesia naik menjadi 10x lipat per bulannya. Sebagai contoh, permintaan kopi Robusta tiap Pulau di Indonesia per 2021 ke Eropa sebanyak 10 container per bulan (60 ton), dan memiliki up demands per Tahun 2022 sebanyak 100 container per bulan (2000 ton).

Berdasarkan data dari International Coffee Organization (ICO, 2021) , secara Global dari Oktober 2020 hingga Mei 2021, supply kopi dunia turun menjadi 4,2% menjadi 31,435 juta karung (1 ton = 20 karung kapasitas 50-60kg/karung) atau sebanyak 1571,85 ton (31,435/20 karung). Penurunan produksi paling tinggi dikhususkan pada spesies kopi Robusta. Vietnam selaku negara pengekspor kopi Robusta terbesar di dunia mengalami penurunan produksi dari Januari – Juni sebanyak 10,3% menjadi 843,319 MT. Begitu pula dengan Indonesia sebagai negara produsen Robusta terbesar ke tiga dunia mengalami penurunan lebih dari 10% pada musim panen 2021 ini. Meski demikian, berbeda dengan Brazil yang ditimpa frost, Indonesia berpeluang besar menaikan angka ekspor menjadi lebih besar + 6,6% per bulannya. Pulau Jawa, Sumatera, dan Bali merupakan tiga sentra produksi utama kopi Indonesia yang akan membuka jalan bagi wilayah-wilayah produsen kopi di seluruh Indonesia.
