Pertumbuhan yang signifikan dari industri kopi dewasa ini telah menjadi alternatif anak-anak muda dalam memilih jenis usaha yang akan dilakoni. Yang perlu digarisbawahi yaitu banyak dari mereka yang terjun di ruang lingkup usaha kopi tanpa menggunakan parasut; tidak memperhitungkan aspek-aspek yang memengaruhi lini bisnis kopi, aspek pengaruh komoditas, dsb. Hal ini pula yang menyebabkan grafik naik dan turun di industri kopi cenderung tidak stabil, artinya sangat banyak anak muda yang mulai menggeluti lini usaha perkopian dan ada lebih banyak lagi anak muda yang akhirnya gulung tikar hingga alih bisnis dari usaha kopinya. Bagaimana tidak, industri kopi merupakan salah satu industri dengan jumlah pemain yang sangat banyak di dalamnya. Di lain sisi, anak muda harus bersaing dengan beberapa tren baru dan tren lama di kopi yang hingga saat ini memonopoli perdagangan kopi seperti pabrik kopi sachet, para pioner coffee shop dan roastery di kota besar, mini coffee outlet dengan brand besar, dsb.
Alasan utama generasi milenial kekurangan taji di sektor usaha kopi yaitu minimnya sumberdaya dasar yang dibutuhkan jika kita ingin menekuni dunia usaha kopi, diantaranya pengetahuan akan hulu-hilir kopi, analisis usaha dan pasar, pengalaman, produk unggulan, managemen, hingga marketing. Semua aspek yang memengaruhi kopi kemudian harus diselaraskan dengan sumberdaya dan model usaha yang akan dibangun. Oleh karenanya, diperlukan keuletan ekstra dalam membangun dan melihat tren peluang pada industri kopi. Poin paling penting lainnya yaitu terus belajar dan kolaborasi.
Perbedaan level antar generasi sangat jelas, para pemain lama di kopi lebih menguasai teknik konvensional produksi dan pemasaran, sedangkan para milenial hype dengan digitalisasi dan modern product. Hal ini membuktikan bahwa sampai kapanpun, kolaborasi antar generasi sangat dibutuhkan untuk pengembangan lini bisnis kopi. Dengan demikian, para pemain lama dan baru akan sama-sama memahami pola dan peluang terbaik dari industri kopi. Hingga saat ini, masih banyak idealisme pengusaha kopi yang lebih mengutamakan aspek bisnis. Padahal, jika ditilik lebih jauh sangat banyak aspek yang menjadi kerangka bisnis kopi mulai dari kesesuaian lahan, komoditas, sosial-budaya, legalitas, hingga aspek keuntungan usaha.
So, pastikan kalau kamu sudah benar-benar siap untuk terjun dalam industri kopi Tanah Air ya. Jangan takut untuk memulai dan terus belajar karena Kopi Indonesia membutuhkan estafet sumberdaya agar tetap dapat bersaing di mata dunia. Viva Kopi Indonesia!

