
Tahukah kamu uji cita rasa kopi sangat memengaruhi nilai tambah dari kopi? Ya, ketika kita memproduksi biji kopi dan menawarkannya kepada potential buyer, data nilai/skor kopi dari uji cita rasa menjadi salah satu variabel penting yang dapat kita gunakan untuk meningkatkan harga jual komoditas kita. Point ini telah menjadi ketentuan dan standar baku yang harus kita penuhi agar dapat meyakinkan pembeli bahwa biji kopi yang kita jual benar-benar berkualitas.
Salah satu metode uji cita rasa yang sering digunakan yaitu metode Skalar Deskriptif SCAA (Specialty Coffee Association of America), pun ada parameter lain yang berkiblat ke standar Eropa (SCAE). Kita dapat menyesuaikan metode yang dipakai berdasarkan target market. Di Indonesia sendiri, rata-rata potential buyer cenderung memilih standar SCAA karena sesuai dengan standar mutu yang diterbitkan oleh International Coffee Organization (ICO), mengikuti ketentuan dari World Health Organization (WHO).
Upaya dalam meningkatkan nilai jual ini sangat penting untuk diperhatikan. Bagaimana tidak, hampir sebagian besar Petani Kopi di Indonesia belum berani/bisa dalam menerapkan skema ini. Padahal, andai petani kita show up dengan cara ini, mereka tidak akan mudah masuk dalam jebakan marketing ala-ala tengkulak, mereka pun dapat dengan bebas menentukan harga jual produknya sendiri, tentu saja grafik kesejahteraan petani kita akan sejalan dengan nilai jual produk kopinya.
Nah, teman-teman yang ingin mempelajari teknik dasar daripada skoring kopi kami sarankan untuk dapat mempelajarinya dari berbagai sumber., karena beda target market beda pula ketentuannya. Selamat meningkatkan nilai tambah ya, Viva Kopi Indonesia!

